Selamat Datang

Kaligrafi

Kamis, 11 Oktober 2012

ALAT / PERLENGKAPAN MEMBATIK


Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO
telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”
Canting Batik

Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan yang khas digunakan untuk membuat batik tulis, kerajinan khas Indonesia. Canting tradisional untuk membatik adalah alat kecil yang terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya.
Canting dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. Canting pada umumnya terbuat dari bahan tembaga dengan gagang bambu, namun saat ini canting untuk membatik mulai digantikan dengan teflon.
Sebuah canting terdiri dari:
1. Nyamplung: tempat tampungan cairan malam, terbuat dari tembaga.
2. Cucuk: tergabung dengan nyamplung, adalah tempat keluarnya cairan malam panas saat menulis batik.
3. Gagang: pegangan canting, umumnya terbuat dari bambu atau kayu.
Wajan Dan Kompor

Pada zaman dahulu masih belum menggunakan kompor tapi anglo. Ada 2 kompor yang digunakan yaitu kompor kecil untuk melelehkan lilin dan kompor besar untuk melakukan proses penglorodan.
Antara wajan dan kompor haruslah seimbang. Wajan yang digunakan adalah sesuai dengan besarnya kompor yang juga di gunakan untuk memanaskan lilin. Jika kompor yang digunakan berukuran besar berarti wajan yang digunakan adalah yang berukuran besar juga dan apabila menggunakan kompor kecil berarti wajan yang digunakan juga berukuran kecil.
Canting cap dan meja cap

yaitu menjeplak motif yang terdapat pada cetakan ,
biar sesuai dengan yang diinginkan…
dan tentunya biar hasilnya lebih rata…namun , biasanya batik cetak lebih murah daripada batik tulis
Gawangan

Fungsinya pasti Fungsi dari gawangan ini adalah untuk menyampirkan kain yang telah di lukis
dengan menggunakan lilin supaya lilin yang sudah di torehkan ke kain tidak
remuk/rusak dan juga untuk mempermudah saat proses mencanting.
Perlengkapan mewarna
Yang dimaksud dengan perlengkapan mewarna adalah alat – alat yang digunakan dalam proses pewarnaan. Yang termasuk dalam perlengkapan mewarna adalah gelas aqua (berguna sebagai tempat pencampuran pewarna yang akan di buat), kayu/pengaduk (berfungsi sebagai pengaduk warna), bak (berfungsi sebagai tempat untuk melakukan proses pewarnaan), sarung tangan /sumpit/penjepit es (digunakan untuk membolak – balik kain yang sedang di rendam dalam larutan warna).
Saringan

Fungsi dari saringan ini adalah untuk menyaring kotoran saat melelehkan lilin. Saringan ini boleh ada dan boleh juga tidak karna tidak terlalu berfungsi.
Alat-alat Tambahan
Stik besi:

Untuk menghilangkan tetesan lilin
Scrap:

Untuk membersihkan lilin yang menetes di lantai.
Kenceng:

Untuk tempat melorod kain batik.
Wajan cap (Loyang, serak kasar, serak halus, kain blaco kasar, kain blaco tipis):

Untuk mencairkan lilin batik cap.
Seterika

Untuk menghaluskan kain
Dingklik:

untuk duduk pada waktu membatik tulis ..yaeyalah untuk duduk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar